Jumat, 18 November 2011

MARIA KRISTIN YULIANTI

Nama pebulutangkis Maria Kristin Yulianti tiba-tiba muncul ke permukaan. Gadis kelahiran Tuban, Jawa Timur, 25 Juni 1985 itu, sejenak memukau para pencinta bulutangkis di Tanah Air. Kehadiran Maria mengobati kerinduan pencinta bulutangkis Indonesia atas prestasi sektor putri. Sebagai “The Rising Star”, Maria boleh dibilang setara dengan pendahulunya, Susi Susanti maupun Mia Audina. Walau belum mencapai tahap maksimal, Maria sudah menunjukkan penampilan terbaik di Beijing. Peraih medali emas SEA Games Thailand 2007 ini tampil tanpa beban, tetap feminin, bahkan terlalu sopan buat ukuran pemain bulutangkis.
PB PBSI tidak membebani target tertentu kepada Maria. Tampaknya, PBSI cukup tahu diri karena Maria hanya berada di peringkat 21 dunia. Namun semangat, dan kerja keras menyulap pebulutangkis berusia 23 tahun ini tampil bagaikan pemain kelas dunia

Inilah prestasi yang telah dicetak oleh Maria Kristin

2002: Malaysia Satellite (semifinal).
2003: Singapore Satellite (perempat final)
2004: Vietnam Satellite (semifinal); Malaysia Satellite (juara)
2005: Jakarta Satellite (juara); GP Selandia Baru Terbuka (semifinal); Surabaya Satellite (juara); Indonesia Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
2006: Singapura Satellite (juara); Surabaya Satellite (juara), GP Luksemburg Terbuka (peringkat 11); GP Belanda Terbuka (perempat final); Runner up German Open
2007: Indonesia Terbuka (perempat final); GP Taiwan Terbuka (perempat final).
2008: GP Jerman Terbuka (perempat final); Indonesia Terbuka
(peringkat 11), semifinal olimpiade Beijing
2003: Piala Sudirman (semifinal).
2004: Piala Uber (penyisihan grup)
2007: Piala Sudirman (final)

The Queen of Three Games, inilah julukan untuk Maria Kristin. Mengapa?? Karena setiap kemenangan yang diraih oleh Maria Kristin selalu terjadi dalam tiga game, setelah kalah di game pertama, ia merebut permainan di game kedua dan ketiga. Maria masuk ke klub PB Djarum Kudus di Jawa Tengah sejak 1998, sejak umur 13 tahun.. Meski waktu itu Maria Kristin masih tergolong kecil, tetapi semangat yang besar membawa Maria menjadi satu-satunya wakil tunggal putri dari Indonesia yang lolos ke semifinal olimpiade Beijing 2008. Prestasi yang luar biasa dari seorang Maria Kristin. Kita sebagai generasi muda harus mencontoh semangat dan perjuangan Maria Kristin untuk memperoleh kesuksesan..















  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar